Kami terus melakukan inovasi, mengikuti perkembangan teknologi. Apa yang serasa mustahil pada masa lampau bisa menjadi sesuatu yang sangat mungkin dilakukan saat ini. Misalnya, kursus online atau konsultasi online. Ada yang berpendapat bahwa belajar hipnoterapi secara online itu tidak efektif, karena peserta akan kesulitan untuk memahami materi, sehingga sulit dipraktikkan.
Apakah pendapat itu masih relevan untuk zaman seperti saat ini? Pada zaman digital seperti sekarang?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita flashback sejenak tentang pelatihan atau training hipnoterapi yang dilakukan secara konvensional. Misalnya, pelatihan yang dilakukan di hotel, di gedung, atau di ruang kelas. Pada pelatihan itu, seorang trainer menjelaskan tentang materi dengan menggunakan proyektor dan layar. Sementara peserta menyimaknya sambil membuka-buka modul yang baru diterimanya sesaat sebelum pelatihan dimulai. Ada peserta yang langsung memahami konsep dengan baik, ada juga yang merasa bingung. Peserta yang sudah paham, tentunya langsung punya gambaran tentang bagaimana konsep tersebut diterapkan. Ini menjadi alasan yang dapat menjelaskan, bahwa orang yang memiliki pemahaman yang baik, ia memiliki peluang yang besar untuk menciptakan berbagai teknik secara kreatif. Jadi, ribuan teknik terapi bisa diciptakan dari pemahaman yang mendalam terhadap konsep.
Bagaimana dengan peserta yang masih bingung?
Tentu dia berusaha mengatasi kebingungan dengan bertanya ini dan itu. Itu pun kalau tersedia cukup waktu untuk mendiskusikannya secara panjang lebar. Karena waktunya terbatas, biasanya kebingungan itu disimpan dan berharap akan teratasi saat dia melakukan praktik, Itu pilihan yang tersedia.
Pemaparan tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya pemahaman peserta terhadap materi dalam pelatihan. Dengan kata lain, seorang trainer--yang sejatinya berperan sebagai fasilitator--harus bisa memfasilitasi peserta agar mereka mencapai pemahaman yang baik. Setidaknya, peserta dapat memenuhi lima indikator kemampuan pemahaman.
Semua itu mudah dicapai bila trainer memahami karakteristik peserta. Misalnya, tentang gaya belajar, pola pikir, dan kemampuan problem solving setiap peserta. Dengan semua pemahaman ini, trainer bisa memilih pendekatan yang tepat dalam memfasilitasi peserta. Di sinilah kepiawaian seorang trainer dibutuhkan. Jika itu terpenuhi, pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan peserta dapat diwujudkan.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa produk digital--seperti kursus online--sangat mendukung untuk mencapai pemahaman yang maksimal kepada setiap peserta. Apalagi bila kursus online itu dilakukan secara privat, target pemahaman individu lebih mudah dicapai. Selain itu, kursus online memiliki banyak kelebihan, misalnya: lebih fleksibel, bisa diskusi sepuasnya, simpel, belajar bisa di mana saja, kapan saja.
Lalu bagaimana tentang praktiknya? Bukankah hipnoterapi itu ilmu terapan yang membutuhkan latihan?
Itu betul. Belajar hipnoterapi butuh latihan. Practice make perfect. Tetapi itu tidak berarti bahwa latihan hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas--dalam arti yang sempit. Ruang kelas yang sesungguhnya adalah kehidupan kita. Di sanalah kita berlatih setiap hari. Trainer yang baik dapat membuat program latihan terbimbing yang terukur. Dengan program ini, peserta dapat memantau kemajuan belajarnya sendiri.
Dengan pemaparan sederhana tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kursus online sangat mendukung pemercepatan hasil belajar. Banyak keuntungan yang bisa dipetik dari kemajuan di bidang teknologi digital.
Yuk, kita manfaatkan itu untuk pertumbuhan diri!
***
Daftar kursus online via WA 0856 2431 1544 ( wa.me/6285624311544 )
Apakah pendapat itu masih relevan untuk zaman seperti saat ini? Pada zaman digital seperti sekarang?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita flashback sejenak tentang pelatihan atau training hipnoterapi yang dilakukan secara konvensional. Misalnya, pelatihan yang dilakukan di hotel, di gedung, atau di ruang kelas. Pada pelatihan itu, seorang trainer menjelaskan tentang materi dengan menggunakan proyektor dan layar. Sementara peserta menyimaknya sambil membuka-buka modul yang baru diterimanya sesaat sebelum pelatihan dimulai. Ada peserta yang langsung memahami konsep dengan baik, ada juga yang merasa bingung. Peserta yang sudah paham, tentunya langsung punya gambaran tentang bagaimana konsep tersebut diterapkan. Ini menjadi alasan yang dapat menjelaskan, bahwa orang yang memiliki pemahaman yang baik, ia memiliki peluang yang besar untuk menciptakan berbagai teknik secara kreatif. Jadi, ribuan teknik terapi bisa diciptakan dari pemahaman yang mendalam terhadap konsep.
Bagaimana dengan peserta yang masih bingung?
Tentu dia berusaha mengatasi kebingungan dengan bertanya ini dan itu. Itu pun kalau tersedia cukup waktu untuk mendiskusikannya secara panjang lebar. Karena waktunya terbatas, biasanya kebingungan itu disimpan dan berharap akan teratasi saat dia melakukan praktik, Itu pilihan yang tersedia.
Pemaparan tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya pemahaman peserta terhadap materi dalam pelatihan. Dengan kata lain, seorang trainer--yang sejatinya berperan sebagai fasilitator--harus bisa memfasilitasi peserta agar mereka mencapai pemahaman yang baik. Setidaknya, peserta dapat memenuhi lima indikator kemampuan pemahaman.
Semua itu mudah dicapai bila trainer memahami karakteristik peserta. Misalnya, tentang gaya belajar, pola pikir, dan kemampuan problem solving setiap peserta. Dengan semua pemahaman ini, trainer bisa memilih pendekatan yang tepat dalam memfasilitasi peserta. Di sinilah kepiawaian seorang trainer dibutuhkan. Jika itu terpenuhi, pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan peserta dapat diwujudkan.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa produk digital--seperti kursus online--sangat mendukung untuk mencapai pemahaman yang maksimal kepada setiap peserta. Apalagi bila kursus online itu dilakukan secara privat, target pemahaman individu lebih mudah dicapai. Selain itu, kursus online memiliki banyak kelebihan, misalnya: lebih fleksibel, bisa diskusi sepuasnya, simpel, belajar bisa di mana saja, kapan saja.
Lalu bagaimana tentang praktiknya? Bukankah hipnoterapi itu ilmu terapan yang membutuhkan latihan?
Itu betul. Belajar hipnoterapi butuh latihan. Practice make perfect. Tetapi itu tidak berarti bahwa latihan hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas--dalam arti yang sempit. Ruang kelas yang sesungguhnya adalah kehidupan kita. Di sanalah kita berlatih setiap hari. Trainer yang baik dapat membuat program latihan terbimbing yang terukur. Dengan program ini, peserta dapat memantau kemajuan belajarnya sendiri.
Dengan pemaparan sederhana tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kursus online sangat mendukung pemercepatan hasil belajar. Banyak keuntungan yang bisa dipetik dari kemajuan di bidang teknologi digital.
Yuk, kita manfaatkan itu untuk pertumbuhan diri!
***
Daftar kursus online via WA 0856 2431 1544 ( wa.me/6285624311544 )